Info Terkini Mengenai Samsung Galaxy Note 7

Dunia teknologi sedang gempar dengan info terkini mengenai phablet milik Samsung dengan tipe Note 7 yang baru saja rilis. Dengan banyaknya foto – foto yang diposting pemilik phablet yang meledak dan terbakar saat sedang mengisi baterai, produsen Samsung langsung menarik 2, 5 juta produknya yang bermasalah ini. Para pakar mencurigai ini terjadi lantaran cacat produksi dalam sistem sel baterai pada phablet tersebut. Pihak Samsung sendiri menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki kasus ini lebih teliti dan cermat. Menurut laporan dari awal, hal ini mungkin terjadi karena cacat dalam proses produksi sehingga terjadi arus pendek di kutub positif dan kutub negatif di dalam baterai yang menyebabkan cairan elektrolit dalam baterai lithium ion mendidih pada saat charging. Kemudian hal inilah yang memicu terjadinya ledakan.

Baca Juga : 10 SITUS BERITA ONLINE POPULER YANG SELALU MENYAJIKAN BERITA TERKINI

Karena hal ini terjadi beberapa kali dalam tempo waktu dekat dan cukup membahayakan jiwa, saham samsung sempat anjlok sebanyak 7% karena isu ini. Apalagi awalnya Samsung berniat mengalahkan rivalnya Apple yang juga mengeluarkan produk Iphone 7, pekan lalu. Namun langkah Samsung harus berhenti sejenak dulu demi reputasi yang sudah mereka bikin sejak lama. Terhitung sejak tanggal 1 September 2016, kasus produk Galaxy Note 7 yang dilaporkan terbakar atau meledak sebenarnya relatif kecil. Secara perhitungan statistik hanya terjadi sekitar 24 dari 1 juta produk dan baru terjadi 35 kejadian dari semua yang dilaporkan. Tetapi dengan pertimbangan yang tepat dan tanggap, Samsung tidak punya pilihan lain kecuali menarik seluruh produk yang sudah didistribusikan secara global. Pihak Samsung mengatakan pada media bahwa semua produk yang dijual yang mengalami baterai bermasalah cuma kurang dari 0,1 persen dari seluruh produk yang dijual. Menurut mereka, masalah ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan mengganti baterai, tetapi mereka ingin meyakinkan keamanan pada konsumen – konsumen loyalnya dan tetap menjaga nama baik Samsung. Kebijakan mengenai penarikan berbeda di setiap negara, di USA, Samsung menawarkan program penukaran produk Galaxy Note 7 dengan model baru atau dengan produk Samsung S7 atau Samsung Edge.

Berita ini juga kemudian direspon langsung oleh pihak airlines di Indonesia sepert Garuda Indonesia. Aturan ini ditetapkan Garuda Indonesia setelah FAA memberikan wacana bahwa penumpang hanya tidak boleh mencharger ponsel tersebut selama penerbangan, dan mematikan ponsel tersebut selama penerbangan, bahkan tidak boleh dalam mode air plane.Ponsel juga tidak boleh disimpan dalam bagasi atau koper selama pengecekan di airport dan ternyata Garuda Indonesia, maskapai penerbangan AirAsia juga menerapkan aturan yang sama. Jadi, bagi Anda yang memiliki Samsung Galaxy Note 7 segera ke gerai Samsung terdekat untuk konsultasi dengan petugas di sana. Semoga info terkini mengenai ponsel ini bermanfaat bagi Anda.

Spread the word. Share this post!