Ragam Tips Kecantikan di Era Lampau yang Aneh dan Membahayakan

Setiap orang menginginkan untuk tetap tampil cantik dan menarik. DI masing-masing wilayah saat ini memiliki tips kecantikan tersendiri yang berbeda dengan yang lainnya. Misalnya di Indonesia yang menggunakan rempah alami seperti kunyit atau di Jepang yang mengkonsumsi teh hijau serta menggunakan air beras. Di era modern, kecantikan bisa diperoleh dengan mudah misalnya dengan suntik botoks atau dengan facial, namun di masa lampau, ada beberapa trik kecantikan yang bisa Anda aplikasikan.

Pertama adalah perawatan kecantikan kuno. Ada 3 perawatan kecantikan, yaitu:

  • Di dalam Alkitab saat masa pemerintahan Ratu Esther, para perempuan melakukan berbagai macam perawatan sebelum bertemu dengan raja yaitu menggunakan minyak myrrh atau jenis parfum yang lainnya.
  • Di wilayah Yunani kuno disebutkan jika kotoran buaya memiliki manfaat yang bisa memperlambat proses penuaan. Karena hal tersebut, para wanita yang ada di zaman Yunani Kuno mencampurkan kotoran buaya tersebut dengan lumpur hangat untuk perawatan kecantikan.
  • Di Iran kuno, para perempuan mewarnai rambutnya dengan menggunakan pacar atau henna, darah sapi dan beludru.

Kedua, di periode abad pertengahan. Untuk mendapatkan kulit pucat dan putih, tips kecantikan yang aneh dan dilakukan adalah dengan melukai diri hingga berdarah. Selain itu, para perempuan membuat dahi mereka terlihat lebih tinggi agar menghilangkan garis rambut. Sedangkan di Jepang sendiri, pada jaman Geisha, perempuan memutihkan wajah, termasuk lubang hidung dan bibir, dengan cara menggunakan kotoran burung dan tepung beras.

 Baca Juga: TIPS KECANTIKAN: CARA SEDERHANA PANCARKAN AURA DARI DALAM

Ketiga adalah era renaisans dimana make up dianggap sebagai sihir untuk membuat pria tidak berdaya. Untuk mendapatkan kulit pucat, maka make up yang dipergunakan terbuat dari campuran hidrosida, karbonat serta oksida timbal. Sayangnya, jika digunakan dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan kelumpuhan otot dan kematian. Selain cara yang membahayakan tersebut di jaman ini juga menggunakan lintah yang kemudian ditempatkan di telinga sehingga darah akan tersedot. Para wanita bahkan rela pingsan untuk mendapatkan kulit pucat.

Keempat adalah era Elizabeth. Untuk mendapatkan wajah yang sayu, perempuan di Inggris mencat wajah dengan menggunakan putih telur. Sedangkan tips kecantikan untuk mewarnai rambutnya adalah dengan mengecatnya dengan alkali. Akan tetapi, larutan alkali bisa menyebabkan rambut rontok dan setelah itu wig atau rambut palsu menjadi popular. Agar wig yang digunakan tetap rapi maka menggunakan lemak babi dan sayangnya lemak babi bisa menarik kutu serta hama yang lainnya. Di jaman Elizabeth juga, tidak hanya wanita namun juga pria, untuk melengkungkan rambut panjangnya, misalnya menumpuknya hingga tinggi, maka digunakan besi panas dan kemudian di lumuri dengan menggunakan permen karet sehingga gaya rambut bisa tetap bertahan sesuai dengan gaya yang diinginkan.

 

Spread the word. Share this post!