Tidak Perlu Khawatir, Yuk Kenali Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya!

Rambut rontok berlebihan pasti sangat menghawatirkan. Selain menganggu penampilan karena menyebabkan kebotakan, rambut rontok juga erat kaitannya dengan kondisi kesehatan. Mengatasi rambut rontok tentu harus dibarengi dengan mengetahui penyebabnya. Rambut rontok sebenarnya adalah hal yang lumrah dan wajar terjadi karena setiap hari kita kehilangan 50—100 helai rambut. Namun jika berlebihan, tentu saja akan menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Untuk itu, penting bagi kita mengetahui penyebab rambut rontok dan cara mengatasinya agar bisa mengatasi hal ini dengan perawatan yang tepat.

Berikut adalah penyebab rambut rontok dan cara mengatasinya yang perlu kamu ketahui!

  1. Anemia

Anemia adalah penyakit yang sering menjangkiti wanita. Bisa dikatakan 1 dari 10 wanita berusia 20-49 tahun akan menderita anemia lantaran kekurangan zat besi. Wanita yang mengalami perdarahan menstruasi hebat akan cenderung mengalami anemia karena kebutuhan zat besinya tidak tercukupi.

Anemia bisa menyebabkan wanita penderitanya mengalami kelelahan parah, lemah tubuh, dan kulit memucat. Gejala lainnya yakni sakit kepala berulang, sulit konsentrasi, telapak tangan dan kaki dingin, serta rambut rontok.

Cara mengatasi rambut rontok karena anemia atau kekurangan zat besi ini adalah asupan suplemen zat besi (usahakan untuk mengkonsumsi suplemen yang mengandung biotin, silika, dan L-cysteine). Kamu juga perlu mengkonsumsi asupan zat besi yang berasal dari menu makanan sehari-hari. Kamu bisa mengkonsumsi sumber zat besi misalnya daging merah, ikan, sayuran hijau, sereal yang diperkaya zat besi, dan biji-bijian. Tidak hanya itu, kamu juga disarankan untuk mencukupi kebutuhan zat besi diiringi dengan asupan vitamin C, yang dipercaya bisa membantu memperlancar penyerapan zat besi.

  1. Perubahan Hormon

Pola kerontokan rambut lantaran hormon biasanya disebut  dengan alopesia androgenik. Kerontokan ini umumnya diderita oleh  pria berusia di atas 50 tahun. Tidak hanya pria, wanita setelah melewati masa menopause juga bisa mengalami hal ini.

Dihydrotestosterone (DHT) adalah hormon yang berperan pada kerontokan rambut. Hormon yang dihasilkan oleh hormon progesterone ini akan menyebabkan menyebabkan folikel rambut menyusut. Hal ini lah yang akan menyebabkan  rambut rontok.

Pada pria, pola kerontokan yakni membentuk lengkungan khas pada kedua sisi pelipis. Sedangkan pada wanita, kerontokan akan terjadi di seluruh bagian rambut, tidak terpusat di daerah tertentu saja.

Cara mengatasi kebotakan pria ini dapat ditangani dengan dua jenis obat, yaitu finasteride dan minoxidil. Sedangkan kebotakan wanita ditangani dengan minoxidil. Biasanya dokter akan memberikan resep ini untuk  bisa mengurangi kerontokan berlebih yang diderita.

Rekomendasi hair toner untuk rambut rontok, baca di sini!

  1. Stres

Semua jenis trauma fisik entah itu stres berat, pascamelahirkan, penurunan berat badan signifikan, atau penyakit serius, sampai faktor emosional seperti perceraian, berkabung, atau tekanan pekerjaan, ternyata bisa menjadi penyebab kerontokan rambut. Bahkan rambut yang rontok bisa dalam jumlah yang besar meskipun bersifat temporer. Hal ini lazim disebut dengan telogen effluvium. Penderita telogen effluvium biasanya baru menyadari kerontokan rambut kira-kira pada waktu enam minggu hingga tiga bulan pasca stres berat. Stres berat diketahui  dapat merusak siklus rambut sehingga mempercepat rambut memasuki fase kerontokan. Tanda yang paling umum dari kerontokan akibat stress adalah helai rambut yang rontok berasal dari akar rambut, yakni terdapat ‘kantung’ lonjong seperti bola lampu.

Cara mengatasi  rambut rontok yang disebabkan oleh telogen effluvium adalah waktu untuk proses pemulihan stress. Pertumbuhan rambut sehat akan kembali bersamaan dengan proses pemulihan tubuh dari stres.

  1. Zat kimia

Hati-hati jika kamu sering melakukan perawatan rambut di salon seperti mencatok, menyemir, atau mengecat rambut. Rambut yang terlalu sering terkena beragam proses kimia di salon akan lebih mudah mengalami kerontokan. Perwatan seperti mewarnai rambut dan meluruskannya secara permanen ternyata bisa menyebabkan batang rambut menjadi lebih mudah patah.

Untuk meringankan efek samping dari beragam produk styling rambut yang mengandung zat kimia, kamu harus selalu gunakan kondisioner saat keramas. Penting juga bagi kamu untuk  melindungi rambut sebelum perawatan di salon menggunakan peralatan panas dengan kondisioner heat-protectant yang banyak ditemui di pasaran.

 

Spread the word. Share this post!