Dampak Psikologis Penggunaan Narkoba yang Berbahaya

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. Istilah ini sangat berkaitan dengan senyawa yang memberi efek kecanduan bagi para penggunanya. Kecanduan atau ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus otak (tidak mengkonsumsi obat dalam waktunya). Sedangkan secara psikologis adalah berupa keinginan yang sangat kuat untuk mengkonsumsi (biasa disebut sugesti). Gejala psikologis ini sangat berkaitan dengan gejala sosial yang mungkin tidak bisa dikenali dalam sekali tindakan. Lalu apa saja dampak dan gejala tersebut?

Dampak Psikologis Penggunaan Narkoba yang Berbahaya

Gelisah

Pada awal penggunaan, secara psikologis pengguna merasakan peningkatan energi dan kreativitas. Namun sedikit demi sedikit dia akan merasakan daya kerja yang menurun atau bahkan ingatan juga ikut menurun. Jika pengguna adalah seorang pekerja, akan terlihat pekerjaannya menjadi lamban dan sering salah (ceroboh). Hal ini disebabkan kecanduan dan penggunaan yang sudah merusak otak.

Merasa Tenang (Fly)

Saat zat-zat narkoba memasuki sistem pembuluh darah, tidak membutuhkan waktu lama, hanya hitungan menit saja senyawanya akan sampai ke otak dan organ lainnya. Senyawa-senyawa tersebut melepaskan doplamin dan menyebabkan pengguna merasa tenang (fly). Bagi pengguna yang sudah kecanduan biasanya doplamin akan menumpuk dan menyebabkan ketidakmampuan mencerna informasi secara benar. Alih-alih menambah kreativitas, yang ada hanyalah halusinasi terus menerus hingga kehilangan kesadaran.

Halusinogen, Depresan

Depresan adalah keadaan dimana pengguna narkoba tertidur atau tidak sadarkan diri. Sementara itu tidurnya tidak sama dengan tidur orang biasa. Beberapa organ tubuhnya masih bekerja sehingga seperti sedang berhalusinasi. Halusinasinya beragam, mulai dari yang menyenangkan hingga yang menyeramkan. Saat halusinasi menyeramkan, biasanya dia akan berteriak-teriak histeris dalam kondisi tidur.

Anticipatory

Kondisi ini terjadi dengan melakukan sesuatu yang membuktikan kehebatan dirinya, dan mengikuti tren. Misalnya saja awal mula penggunaannya didasarkan untuk mendapatkan pengakuan dari kelompok tertentu dan ingin dianggap dewasa. Siapa yang tidak berani menggunakan, biasanya akan dikucilkan atau dianggap masih kecil oleh kelompoknya.

Percaya Diri Hilang dan Apatis

Dampak psikologis ini terjadi pada pengguna yang mengalami halusinasi. Baginya sulit untuk membedakan mana yang nyata dan tidak. Akibatnya, di lingkungan sosial dia akan cenderung penuh curiga dan apatis. Lambat laut pengguna akan mengalami paranoid yang mana adalah kelanjutan dari keadaan sebelumnya. Bukan hanya dialami ketika tidur, halusinasi yang akut akan dialami dalam kondisi sadar, dan umumnya adalah halusinasi yang menyeramkan. Tidak heran, pengguna akan takut dan berteriak histeris kepada siapapun dan dimanapun.

Relieving Belief

Dampak psikologis berikutnya adalah keinginan untuk melepaskan diri atau melupakan sejenak masalah-masalah yang dihadapi atau dikenal dengan relieving belief. Pengkonsumsian yang sebelumnya hanya sedikit menjadi bertambah banyak karena semakin banyak tekanan dan ketergantungan yang dihadapi. Jika tidak kunjung merasa nyaman, lambat laun kesehatan mentalnya pun terganggu karena berbagai macam halusinasi yang tidak bisa dihadapi.

Spread the word. Share this post!