Kenali Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja Sejak Dini

Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2014, pengguna obat terlarang sejenis narkotika dari kalangan pelajar dan mahasiswa ada sekitar 33 persen. Tingginya angka pengguna narkoba di kalangan remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti lingkungan diri sendiri dan ketersediaan barang haram tersebut. Remaja yang memiliki kecenderungan rasa ingin tahu cukup tinggi, serta suka mencoba hal-hal baru, dan karena menghabiskan lebih banyak waktu bersama teman-temannya dalam pencarian jati dirinya, seringkali menjadi salah langkah.

Kenali Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja Sejak Dini

Tanda Fisik dan Kesehatan Pecandu Narkoba

  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Depresi
  • Keringat berlebih
  • Mata memerah, pupil yang mengecil atau lebih besar
  • Pilek tanpa sebab
  • Luka di kulit atau memar
  • Sering sakit
  • Sering mimisan (karena jenis obat yang dikonsumsi melalui hidung)
  • Kejang tanpa riwayat epilepsy
  • Bau aneh yang tercium dari napas, pakaian, dan tubuh
  • Wajah dan pipi merah
  • Luka bakar atau gosong pada jari dan bibir
  • Gemetar, tremor, bicara melantur karena koordinasi yang rusak dan tidak stabil
  • Cedera/kecelakaan/cedera yang mereka sendiri tidak tahu penyebabnya
  • Tampak kumal kumal, berantakan, dan menunjukkan kurangnya kepedulian mengenai penampilan
  • Bekas suntikan atau jerawat di lengan dan kaki yang biasanya disembunyikan dengan memakai lengan panjang.

Tanda Psikologis dan Perilaku Pengguna Narkoba

  • Menutup diri, mengisolasi, berdiam diri, dan terlibat dalam aktivitas yang mencurigakan.
  • Rutin menggunakan parfum, pembersih, ataupun dupa untuk menyembunyikan bau asap dan obat-obatan.
  • Berontak dengan nilai dan prinsip keluarga.
  • Selalu terlibat dalam masalah (pertengkaran, kecelakaan, argument, dan aktivitas illegal).
  • Kehilangan uang, barang berharga, obat resep, meminjam, dan bahkan mencuri makanan.
  • Membolos sekolah, nilai rapor menurun, dan sering bermasalah di sekolah.
  • Motivasi menurun, baik secara akademik maupun ekstrakurikuler.
  • Menghindari kontak mata dengan lawan bicara, dan sering mengunci diri di kamar.
  • Emosi yang tidak stabil, dan cenderung tidak bisa menahan diri.
  • Gerakan yang nampak lesu dan bengong terus-menerus.
  • Hiperaktif
  • Terlihat sangat kaku, panaroid, dan gugup.

Bagaimana Cara Bertanya Pada Anak?

Jika Anda rasa anak Anda mengalami beberapa tanda-tanda yang telah dipaparkan di atas, tanyakan secara langsung. Bisa seperti “Apakah kamu pernah ditawarkan narkoba?”, jika ia menjawab iya, tanyakan lagi, apa yang ia lakukan setelah itu, menerima atau menolak. Meskipun, konsekuensi dari pertanyaan ini akan dijawab ya. Jika jawaban dari pertanyaan tersebut adalah ya, Anda harus memikirkan langkah rehabilitasi selanjutnya.

Sayangnya, tidak semua remaja mau mengakui penyalahgunaan ini, jadi bisa saja ia menjawab tidak. Jika sudah demikian, berarti Anda membutuhkan bantuan profesional untuk masalah mental. Seperti psikolog, ataupun dokter anak untuk memastikannya. Bekerjasama dengan orang-orang professional ini adalah cara terbaik untuk mengatasi penyalahgunaan sebelum terlanjur lebih parah.

 

Spread the word. Share this post!