Memilih Jenis Makanan Sehat dan Tidak Sehat

Makanan Sehat Mengonsumsi makanan sehat sangat penting untuk tubuh terlebih lagi untuk orang-orang yang menjalani pengobatan untuk suatu penyakit maupun diet. Beberapa orang berkonsultasi mengenai makanan sehat yang cocok untuk tubuh mereka tanpa memberi dampak negatif seperti alergi terhadap suatu makanan tertentu atau makanan yang dianggap pantang karena dapat memicu penyakit yang lebih parah. Tidak semua makanan tersebut cocok untuk semua orang.

Memilih Jenis Makanan Sehat dan Tidak Sehat

Biasanya makanan sehat identik dengan makanan alami tanpa campuran bahan kimia atau pengawet. Makanan kaleng, instan biasanya juga tidak bisa dikategorikan ke dalamnya. Makanan tersebut terdiri dari sayur mayur, daging atau telur, kacang-kacangan dan biji-bijian, buah-buahan, ikan dan hasil laut lainnya, makanan berfermentasi yang dikonsumsi secara tidak berlebihan. Tetapi tidak semua makanan tersebut baik dikonsumsi, antara lain:

  1. Daging sangat baik untuk dikonsumsi karena banyak mengandung nutrisi seperti zat besi, protein. Namun, daging ini tidak baik dikonsumsi secara berlebihan untuk orang yang menderita penyakit jantung, kolesterol dan tekanan darah tinggi dan menggantinya dengan memperbanyak konsumsi ikan atau hasil laut lainnya yang memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan daging.
  2. Kacang-kacangan ini banyak sekali mengandung protein. Jika dikonsumsi secara berlebihan, tidak baik untuk orang yang memiliki asam urat, terlebih lagi untuk para wanita yang tidak ingin wajahnya terdapat jerawat.

Beberapa hal tersebut hanya sedikit yang perlu diulas dan bisa dikonsultasikan kepada dokter ahli. Karena tidak semua orang bisa mengonsumsi makanan tersebut. Olahan-olahan makanannya pun juga perlu diperhatikan. Yaitu tidak telalu banyak menggunakan minyak sayur dan mengurangi penggunaan mentega atau margarin karena banyak mengandung lemak. Tidak perlu menggunakan bahan pengawet seperti vetsin dan lain sebagainya untuk dapat mengonsumsi makanan sehat.

Kurangi pula mengonsumsi makanan junk food karena makanan tersebut memiliki kalori yang tinggi dan akan menyebabkan sering makan. Untuk mencegah hal tersebut, lebih baik mengonsumsi buah-buahan yang segar, bukan buah-buahan dalam kemasan kaleng. Nilai kandungan nutrisi dan vitamin dalam buah-buahan segar jauh lebih banyak dibandingkan dengan buah-buahan kemasan kaleng karena mengandung bahan pengawet dan beberapa mengalami pengurangan karena adanya proses pengalengan. Dan juga makanan berfermentasi seperti yogurt yang baik untuk memperlancar pencernaan karena mendukung perkembangan bakteri baik pada usus dan tidak perlu dikonsumsi secara berlebihan.

Kebanyakan makanan-makanan tradisional adalah makanan sehat dengan tanpa tambahan zat pengawet seperti vetsin, karena kebanyakannya menggunakan bahan sayur-sayuran dengan tambahan daging maupun ikan. Tanpa adanya campuran bahan-bahan lainnya seperti zat pewarna, pengawet dan lain sebagainya. Untuk mengimbanginya, juga kurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein, soda, gula berlebihan, dan lebih banyak konsumsi air putih untuk memperlancarkan pencernaan dan membuat organ pencernaan bekerja lebih ringan.

Spread the word. Share this post!