Obesitas Ternyata Membuat Penderita Kanker Jadi Susah Sembuh

Kanker menjadi salah satu penyakit mematikan yang ingin dihindari oleh setiap orang. Penyakit ini merupakan salah satu dari penyebab kematian di dunia dan ada 14 juta kasus kanker baru. Orang yang menderita kanker biasanya akan di kemoterapi saat sudah memasuki kanker ke tingkat yang cukup parah. Akan tetapi, ternyata kemoterapi tidak 100% efektif untuk membunuh kanker karena beberapa alasan dan salah satunya adalah karena obesitas.

Berdasarkan pada penelitian dari The American Society of Clinical Oncology yang dilakukan dari tahun 1990-2010 mengemukakan jika sebanyak 40% pasien kanker yang menderita berat badan berlebih yang menerima pengobatan dengan cara kemoterapi yang tidak sesuai dengan BB aktual pasien membuat pengobatan tersebut tidak berjalan secara efektif. Penelitian tersebut dilakukan pada pasien yang menderita kanker ovarium, payudara, usus dan paru-paru.

Selain itu, penelitian yang lainnya juga mengemukakan jika interaksi obat dengan pasien penderita yang memiliki berat badan berlebih mengalami penurunan dibandingkan dengan pasien yang tidak obesitasPenelitian tersebut dilakukan pada 2 kelompok responden dengan indeks masa tubuh normal yang kurang dari 25 kg/m2 dan yang lebih dari 30 kg/m2 lalu diberi obat kemoterapi yang sama dan hasilnya menunjukkan efektivitas pemberian obat lebih rendah ke pasien yang kelompok 2 dan hal tersebut mempengaruhi keberhasilan dari pengobatan kanker keseluruhan.

Baca Juga: DAMPAK NEGATIF OBESITAS BAGI KESEHATAN

Singkatnya, obat kemoterapi tidak efektif dengan orang yang memiliki kadar lemak yang tinggi di dalam sel. Jika kadar lemak tersebut terlalu banyak akan membuat obat menjadi tidak bisa bekerja secara efektif sehingga harus membutuhkan atau mengkonsumsi obat dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan yang memiliki berat badan normal. Selain itu, saat pasien mengkonsumsi obat, maka hati akan menyaring racun di tubuh dan jika penderita memiliki BB berlebih akan membuat hati kesulitan untuk bisa menyaring racun dan hal tersebut akan mengganggu fungsi hati.

Karena pasien yang menderita kegemukan harus mengkonsumsi obat yang dosisnya lebih banyak atau lebih besar dibandingkan dengan yang memiliki berat badan normal sehingga pasien tersebut juga memiliki resiko mengalami efek samping yang lebih besar. Efek samping yang bisa diderita oleh penderita kanker tersebut bisa lebih parah bahkan dapat menimbulkan kematian. Untuk menghindari hal tersebut, maka pasien kanker dengan berat badan berlebih tidak hanya harus berolahraga atau bergerak sesuai dengan yang dianjurkan dan di bawah pengawasan serta harus merencanakan status gizi sehingga berat badan pasien lebih normal dan pengobatan seperti kemoterapi dapat berjalan dengan baik.

Jadi, untuk menghindari obesitas tersebut, sejak dini usahakan selalu menjaga berat badan tubuh ideal sehingga Anda lebih sehat. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi Anda!

 

Spread the word. Share this post!