Tips Memilih Jajanan Sehat untuk si Buah Hati

Selain makan makanan utama, anak-anak juga suka sekali untuk jajan. Jajanan sekarang sangat bervariatif dengan berbagai bentuk, rasa dan warna. Namun Anda perlu berhati-hati dalam memilih jajanan untuk anak Anda. Anda harus pintar-pintar untuk memilih jajanan sehat dan menghindari jajanan yang tidak sehat. Untuk menghindari jajanan yang tidak sehat Anda harus mengetahui bagaimana ciri-cirinya. Berikut akan diulas ciri-cirinya.

Tips Memilih Jajanan Sehat untuk si Buah Hati

Penyajian Makanan yang Kurang Higienis

Biasanya jajanan diletakkan di tempat terbuka sehingga tak jarang dihinggapi lalat dan terkena debu. Kemasan jajanan pun terkadang juga tidak higienis dengan kemasan seadanya seperti kertas atau koran bekas. Jajanan yang seperti ini sangat tidak terjamin kebersihannya, maka perlu dihindari.

Warna Jajanan yang Mencolok

Anak-anak akan cenderung menyukai jajanan yang mempunyai warna yang mencolok. Tetapi Anda perlu waspada karena warna yang terlalu mencolok justru berasal dari pewarna buatan dengan harga yang ekonomis. Zat pewarna tersebut akan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Harga yang Murah

Harga murah memang menggiurkan, namun Anda perlu hati-hati karena terkadang harga murah juga dibarengi dengan kualitas bahan yang kurang berkualitas. Dan bukan tidak mungkin akan menyebabkan masalah kesehatan.

Citarasa yang Terlalu Tajam

Tidak hanya pewarna, zat aditif lain yang sering ditambahkan pada jajanan adalah perasa sintetis. Zat perasa yang paling sering digunakan adalah pemanis buatan. Penjual terkadang melakukan ini karena harga pemanis buatan lebih murah jika dibandingkan dengan gula asli. Pemanis buatan mempunyai rasa yang tidak alami, terdapat sensasi pahit pada lidah. Perasa sintetis akan menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.

Tips Agar Anak Berselera dengan Jajanan Buatan Sendiri

Agar si kecil terhindar dari jajanan yang tidak sehat, Anda dapat membuat jajanan sehat sendiri untuk bekal ke sekolah maupun untuk cemilan di rumah. Contoh jajanan yang dapat Anda buat sendiri adalah donat ubi merah, pai susu tanpa oven, sosis dalam selimut, roti goreng cokelat, omelet brokoli, dll. Namun terkadang si kecil enggan untuk makan jajanan buatan sendiri dan lebih memilih jajan di luar.

Berikut merupakan tips yang dapat dilakukan agar anak berselera untuk makan jajanan yang Anda buat, antara lain:

 

  • Menggunakan Bahan Makanan Kesukaan Anak

 

Daya Tarik jajanan tidak hanya tampilannya saja, namun juga dari bahan yang digunakan. Anak-anak pasti akan menyukai jajanan yang Anda buat jika bahan yang digunakan adalah makanan kesukaan mereka, seperti keju, susu, sosis, telur, cokelat, dll.

 

  • Menyajikan makanan yang bentuknya menarik

 

Anda harus kreatif dalam menyajikan jajanan si kecil. Dengan tampilan yang menarik akan menggugah selera makan si kecil.

 

  • Mengajak anak memasak

 

Jika anak dilibatkan dalam proses memasak, maka anak akan lebih cenderung semangat untuk mencicipi hasil masakannya. Anda dapat melibatkan si kecil untuk membantu membuat jajanan sehat yang praktis. Memasak bersama juga akan membantu mempererat hubungan antara ibu dan anak.

Spread the word. Share this post!