4 Hal Baru Dari Gaya Hidup Saat Ini

Perkembangan zaman memang tidak bisa dipungkiri. Ketika anda tidak mengikuti perkembangan zaman, maka anda akan tertinggal. Ini juga berpengaruh pada gaya hidup  masyarakat saat ini. Baik yang sifatnya positif maupun yang negatif. Diantara yang positif dan negatif  tersebut, terdapat yang abu – abu. Dimana kalaupun dianggap lucu, entah masuk kategori yang mana. Positif atau negatif. Berikut adalah 4 hal Baru dari gaya hidup saat ini.

  • Selfie

Aktifitas foto atau sekarang dikenal dengan istilah selfie sebenarnya hal yang lumrah. Itu sudah ada dari zaman dulu. Kalo dulu selfie itu dilakukan bila momen tertentu saja. Nah, sekarang tuh hampir semua aktifitas selfie. Sekarang tuh jadi tidak mengenal tempat dan waktu. Bahkan saat dirawat terbaring sakit pun, selfie. Itu masih mending karena yang terkena musibah itu diri kita sendiri. Nah, yang agak menggelitik adalah selfie ditempat kejadian musibah, bencana alam misalkan. Satu sisi lucu karena kita foto dengan backgroundnya sebuah musibah. Disisi lainnya jadi terkesan tidak bersimpati. Tapi itu menjadi gaya hidup yang biasa dilakukan saat ini.

  • Berdo’a  di media sosial

Ini hal baru lainnya yang menjadi gaya hidup saat ini. Hal ini tentu saja menjadi hal yang lucu. Kenapa ? Karena seolah – olah Tuhan juga mempunyai akun media sosial  seperti si pemohon do’a. Dan itu kadang tidak sadari. Karena sifatnya umum, banyak orang yang melakukan, ini menjadi sesuatu yang normal– normal saja.

Lihat juga beberapa gaya hidup yang mesti kamu hindari agar tidak menyesal. Simak selengkapnya di aladintips.com

  • Curhat di media sosial

Nah ini juga mirip dengan berdo’a di media sosial. Curhat di media sosial menjadi hal yang lumrah dilakukan. Orang tidak rikuh atau malu lagi untuk menceritakan permasalahannya di media sosial. Bahkan tidak sedikit yang secara detil diceritakan. Satu sisi mungkin melegakan karena telah mengeluarkan unek– uneknya. Tapi tanpa disadari bahwa media sosial sifatnya ruang publik, sehingga semua orang bisa membacanya. Tapi  kembali lagi, karena ini dilakukan banyak orang, akhirnya menjadi kebiasaan yang lumrah.

  • Autis ketika sedang berkumpul

Biasanya ketika berkomunikasi di media sosial ataupun media komunikasi, janjian bertemu untuk ngumpul menjadi topik yang menarik. Semuanya direncanakan dengan baik. Dari mulai waktu, tempat, kulinernya dan lain sebagainya. Seakan acara pertemuan itu bakal menjadi hal yang rame, menarik dan menyenangkan. Faktanya biasanya ramenya cuma sebentar, biasanya percakapan terjadi diawal saja, setelah itu masing– masing sibuk dengan hp nya masing-masing. Autis.

Hal– hal tersebut di atas memang tidak bisa kita hindari. Itu bagian dari budaya, kebiasaan dan gaya hidup saat ini. Tinggal bagaimana kita menyikapinya saja. Mau mengikuti atau tidak. Kembali ke pilihan masing– masing.

Spread the word. Share this post!