Gaya Hidup Hedonisme dan Konsumtif di Kalangan Remaja

Hedonisme merupakan salah satu ajaran yang menganggap bahwa kesenangan merupakan hal yang sangat penting dan paling utama untuk kehidupan manusia. Memang tidak bisa dipungkiri jika paham hedonisme ini telah banyak dianut oleh pihak-pihak yang lebih mementingkan kesenangan duniawi. Seiring dengan perkembangan zaman hedonisme sudah merambah kesegala pelosok dunia dan salah satunya di Indonesia sendiri. Masyarakat Indonesia perlahan lahan mulai mengikuti aktivitas gaya hidup hedonisme, terutama para orang dewasa dan remaja.

Gaya Hidup Hedonisme dan Konsumtif di Kalangan Remaja

Tentu saja gaya hidup hedonisme yang seperti ini, sangat tidak sesuai dengan tujuan pendidikan nasional bangsa Indonesia, dimana tujuan pendidikan nasional yang telah tercermin dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu berarti bangsa Indonesia bukan menginginkan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang bergaya hidup hedonisme akan tetapi menciptakan masyarakat yang mempunyai nilai spiritual dan kepedulian terhadap sesama.

Namun pada kenyataanya, gaya hidup hedonisme ini sudah mulai merasuk di kehidupan para remaja sekarang, hal itu dapat dilihat melalui perilaku remaja sehari-hari. Gaya hidup yang suka berfoya-foya dan kehidupan yang mewah sudah tidak asing lagi untuk dilakukan para remaja. Masyarakat Indonesia yang memiliki budaya timur, memang sudah seharusnya menerapkan nilai-nilai beserta norma agama maupun sosial dalam kehidupan sehari-hari, tetapi bisa dilihat bahwa banyak remaja yang justru telah terpengaruh oleh gaya hidup yang bertentangan dengan nilai kepribadian bangsa Indonesia. Misalnya seperti para remaja sekarang sudah tidak merasa malu lagi untuk mengumbar kemesrahan di depan publik, bergandengan tangan ataupun berpelukan. Hal lain yang juga sangat mengkhawatirkan yaitu adanya kecanduan free sex atau sek bebas yang dilakukan pada kalangan remaja.

Ada banyak faktor penyebab remaja terpengaruh gaya hidup hedonisme, beberapa faktor diantaranya adalah faktor lingkungan. Kebiasaan hidup, tingkah laku orang tua, teman, ataupun publik figur yang sering muncul di layar televisi sangat berpengaruh terhadap perilaku remaja untuk mengikuti gaya hidup hedonisme. Para orang tua yang enggan mengajarkan nilai-nilai agama, norma maupun nilai sosial masyarakat tentu saja akan menjadikan anak tidak mempunyai pegangan hidup saat mereka berada dimasyarakat. Anak yang tumbuh berkembang cencerung akan mengikuti gaya hidup yang ada di masyarakat, hal ini dapat mengakibatkan terjerumusnya ke dalam gaya hidup hedonisme.

Faktor lain yang juga sangat berpengaruh untuk para remaja adalah buku bacaan dan tontonan. Buku bacaan dan tontonan yang sering digemari secara tidak langsung mampu mencuci otak remaja sehingga para remaja menjadi pribadi yang memegang prinsip hedonisme. Apalagi harus ditambah dengan semakin mudahnya remaja dalam mengakses internet yang berbau hedonisme. Melalui internet remaja bisa melihat gaya kehidupan orang barat yang tentunya sangat bertentangan dengan gaya ketimuran. Oleh sebab itu, sudah seharusnya bagi para orang tua membentengi anak remajanya dengan memberikan perhatian khusus dan mengajarkan nilai-nilai yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, norma-norma agama serta pintar- pintar dalam membatasi anak remajanya dalam mengakses internet, agar anak tidak terus terjerumus kedalam gaya hidup hedonisme.

Spread the word. Share this post!