Hedonisme Membuat Happy Atau Malah Rugi?

Di kota besar, hedonisme sepertinya bukan hanya menjadi sebuah pandangan, namun hal ini sudah menjadi gaya hidup. Kaum hedonis malah lebih memilih berbelanja barang-barang yang mahal hingga makan di restoran yang terkenal, bahkan melakukan berbagai macam kegiatan yang serba mewah. Gaya hidup yang hedonis ini dipandang sebagai wujud sebuah keberanian hingga kebebasan. Ini memang menjadi daya tarik tersendiri untuk remaja yang masih berada dalam tahap mencari jati diri agar diakui teman-temannya.

Kaum hedonis seringnya bergaul dengan kaum hedonis juga, karena mereka akan memperhitungkan keuntungan dan kerugian yang akan diterima bila berinteraksi dengan orang yang lainnya, inilah sebabnya mengapa hedonis bisa menciptakan sebuah kesenjangan sosial antara mereka yang miskin dan mereka yang kaya. Beginilah pemikiran yang dimiliki oleh kaum hedonis, mereka lebih apatis dengan lingkungan yang berada di sekitarnya contohnya seperti mereka lebih rela membeli pakaian di mall seharga Rp 500 ribu dibandingkan dengan menyumbangkan sedikit hartanya untuk korban bencana.

Biasanya, gaya hidup hedonisme lebih konsumtif, mereka beranggapan jika semakin banyak barang yang mereka beli, maka mereka akan menjadi semakin senang, lebih-lebih jika musim diskon tiba, mereka akan kalap dan berlomba-lomba membeli barang yang begitu banyak dan tidak menggunakan pertimbangan. Lebih-lebih kaum hedonis lebih senang ke diskotik setiap akhir pekan, sehingga bisa dibayangkan begitu banyak uang yang mereka hamburkan.

Baca Juga: TRIK AGAR ANAK TERHINDAR DARI HEDONISME

Agar bisa memenuhi gaya hidupnya, para hedonis ini membutuhkan uang dalam jumlah yang besar. Mereka akan menempuh berbagai macam cara agar dapat memperoleh banyak uang, bahkan cara yang tidak halal seperti prostitusi hingga kriminal. Semua kembali pada pribadi masing-masing orang, semua orang memiliki kebebasan untuk memilih gaya hidup, tetapi lebih baik gaya hidup ini dihindari karena akan merugikan diri Anda sendiri. Bisa jadi Anda akan terjebak dalam belenggu hutang yang begitu besar hingga hal-hal buruk yang lainnya.

Lantas, bagaimana cara agar kita tidak hidup dengan gaya hedonismeBerikut berbagai macam hal yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  1. Kesederhanaan. Kesederhanaan sebenarnya bukan berarti tidak mampu namun bisa menjaga diri dari adanya keserakahan. Hidup sederhana tidak perlu hidup dengan mewah, hal yang paling penting ialah berkecukupan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup, mungkin Anda pernah mendengar kata jika bahagia sebenarnya sederhana? Bagai memang sesederhana hal tersebut,
  2. Meningkatkan keimanan. Selalu bersyukur pada Tuhan ada seluruh karunia yang ia berikan pada Anda, akan memberi Anda hati yang tangguh sehingga tidak mudah memiliki rasa iri pada orang lain,
  3. Buat skala prioritas Anda. Agar Anda tidak menjadi seseorang yang memiliki pribadi konsumtif, lebih baik Anda membuat sebuah skala prioritas mengenai barang-barang yang Anda perlukan, mulai dari barang primer hingga barang tersier.

 

Spread the word. Share this post!