Kiat Mengatur Gaya Hidup Remaja Tetap Positif

Menjadi orang tua merupakan amanah dan tanggung jawab yang tidak mudah. Banyak hal yang harus ditanggung dan dihadapi oleh setiap orang tua dalam mengasuh, menjaga, membesarkan, dan memonitor anak-anaknya. Selain memastikan bahwa kebutuhan dasar anak-anaknya tercukupi, orang tua juga wajib memastikan bahwa kehidupan anaknya baik-baik saja, tidak terjerumus pada pergaulan yang salah dan pilihan hidup yang menyimpang dari norma masyarakat dan hukum. Beban dan tanggung jawab orang tua dalam mengasuh anak, akan semakin diuji ketika anak-anaknya mulai memasuki usia remaja, yaitu usia di mana setiap anak mulai belajar mencari jati dirinya dan berusaha melepaskan diri dari pengaruh orang tuanya. Agar anak tidak salah memilih pergaulan dan pilihan hidup, berikut ini adalah beberapa kiat mengatur gaya hidup remaja agar tetap positif.

Memastikan Anak Berada di Lingkungan yang Positif

Lingkungan yang dipilih oleh seorang remaja, sedikit banyak dipengaruhi oleh orang tuanya. Misalnya, ketika memilihkan sekolah, maka remaja umumnya tunduk pada kehendak orang tuanya mau disekolahkan di mana. Atau juga dalam memilihkan kampus/ universitas, seorang anak akan mendengarkan pertimbangan orang tuanya.

Inilah kesempatan para orang tua untuk memilihkan tempat belajar yang baik, bukan hanya dari segi nama lembaga sekolah atau kampus yang mentereng, melainkan mengutamakan pertimbangan apakah tempat belajar tersebut pergaulannya positif atau sebaliknya. Agar tidak terjerumus ke gaya hidup remaja yang negatif, orang tua harus memilihkan dan mengarahkan anaknya untuk berada di lingkungan yang positif, misalnya menitipkan di asrama mahasiswa, bukan di kost yang bebas.

Baca Juga: DIET SEHAT UNTUK REMAJA

Tetap Mengontrol Anak, Tidak Lepas Tangan

Ketika anak sudah memasuki usia remaja, umumnya orang tua akan mulai melepaskan anak-anaknya untuk belajar hidup mandiri, membuat keputusan sendiri, bahkan mulai cuek dengan rutinitas anak-anaknya. Begitu pun di pihak si anak, beranggapan bahwa sudah bukan waktunya lagi diatur orang tua dan diawasi oleh orang tua. Kebiasaan dan pola pikir tersebut akan membuat anak tidak terkontrol. Orang tua tidak akan mengetahui rutinitas anaknya, bahkan tidak tahu siapa saja teman-teman si anak dan dengan siapa anaknya bergaul.

Setiap orang tua hendaknya tetap mengontrol anak dan tidak sepenuhnya lepas tangan ketika anaknya sudah memasuki usia remaja. Awasilah anak remaja dengan metode tarik-ulur, yaitu tidak terlalu posesif namun juga tidak sepenuhnya mengabaikan si anak. Sebab anak yang sudah memasuki usia remaja tentu akan risih dan tidak suka jika terlalu banyak diatur. Sebaliknya, jika terlalu dibebaskan, anak remaja bisa salah dalam menentukan pilihan dan memilih pergaulan.

Itulah beberapa hal yang mesti dilakukan oleh setiap orang tua yang memiliki anak remaja agar anak-anaknya tidak terjerumus ke dalam gaya hidup remaja yang negatif atau salah memilih pergaulan.

 

Spread the word. Share this post!