Merebaknya Gaya Hidup Bebas Di Kalangan Remaja Sekarang

Gaya hidup bebas pada kalangan remaja saat ini memang sudah tidak bisa di pungkiri lagi. Era digital seperti yang sedang kita lalui sekarang memanglah mempunyai banyak kelebihan terutama dalm bidang komunikasi global, dengan adanya komunikai yang semakin canggih banyak kemudahan yang telah kita dapatkan seperti, kemudahan dalam mengakses informasi baik dari internet, surat cetak ataupun media ponsel, televisi dan masih banyak jenis yang lainya. Setiap perubahan yang terjadi di dunia, tentunya memberikan manfaat yang cukup besar bagi kehidupan. Namun, manfaat tersebut selain memberikan nilai positif juga memberikan nilai negatif, tergantung bagaimana cara penggunaan dan landasan hidup pribadi masing-masing.

Merebaknya Gaya Hidup Bebas Di Kalangan Remaja Sekarang

Kemudahan dalam mendapatkan informasi melalui layanan internet tentunya memberikan kepuasan tersendiri, dengan teknologi internet komunikasi antar sesama kapanpun dapat dilakukan dengan mudah dan dengan jarak yang luas. Segala jenis bentuk hiburan dan berita aktual dengan mudah juga telah tersedia. Apalagi, saat ini maraknya penggunaan internet melalui ponsel pribadi sehingga tidak perlu dikuatirkan lagi dalam berinteraksi dan memperoleh informasi. Banyaknya pengguna ponsel tidak sedikit juga telah menurunkan interaksi secara langsung antar individu, sehingga cenderung membuat pola hidup manusia menjadi individualistis. Tak hanya itu saja, penggunaan ponsel yang tidak selectif tentunya akan menjerumuskan kedalam hal-hal negatif seperti gaya hidup bebas terutama untuk kalangan remaja. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa sederet remaja saat ini sudah mengalami krisis moral akibat kenakalan remaja, pola hidup konsumtif, pergaulan bebas, narkoba dan merokok.

Gaya hidup bebas yang sekarang ini sudah merambah pada kalangan remaja, jika tidak segera di tangani akan mengakibatkan kehancuran bagi bangsa. Seperti yang telah kita ketahui berdasarkan hasil survey Komnas Perlindungan Anak (LPA) dari 12 Provinsi tahun 2007 diperoleh pengakuan dari remaja bahwa:  

  • Sebanyak 93,7% remaja SMP pernah berciuman dan melakukan oral seks.
  • Dari  62,7 % remaja SMP  mengatakan sudah tidak virgin.
  • Sebanyak 21,2% remaja SMA pernah melakukan aborsi
  • Dari 2 juta perempuan Indonesia yang telah melakukan aborsi, ada sekitar 1 juta remaja perempuan remaja.
  • Dan sebanyak  97% remaja SMP maupun SMA mengatakan suka menonton film porno.

Melihat dari hasil survey yang telah terpampang diatas sudah seharusnya kita kembali pada prinsip budaya bangsa ini. Dimana sebelumnya bangsa Indonesia memiliki budaya yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kesusilaan yang telah tertuang dalam falsafah pancasila. Kondisi kritis yang sedang menimpa bangsa kita haruslah segera kita bina, dididik agar moralitas generasi muda remaja kembali kepada nilai-nilai budaya bangsa. Perubahan ini dapat dimulai dari lingkungan keluarga; seperti penerapan agama pada kalangan anak remaja, kemudian adanya pendidikan karakter, penguaan kepribadian remaja. Disamping hal tersebut pemerintah juga harus melakukan filtrasi terhadap media sosial; seperti filtrasi terhadap sinetron yang ditayangkan, iklan yang berisi pergaulan bebas.

Spread the word. Share this post!