Pergaulan Bebas, Fenomena, Solusi dan Bagaimana Melakukan Pencegahan

Pergaulan bebas mulai masuk ke Indonesia akibat adanya arus globalisasi yang semakin masif. Penyebarannya pun melalui media yang beragam. Misalnya melalui perantara media cetak dan elektronik. Gaya hidup seperti ini biasanya dimiliki oleh remaja yang selalu menjadi target utama. Hal ini disebabkan oleh karakter remaja yang senang bertualang untuk mencari pengalaman. Terlebih lagi karena remaja belum memiliki kontrol pikiran dan emosi yang matang.

Pergaulan Bebas, Fenomena, Solusi dan Bagaimana Melakukan Pencegahan

Pergaulan bebas sendiri memiliki arti sebagai perilaku pergaulan yang tidak terikat aturan dan norma sosial yang ada di masyarakat. Pergaulan ini terdiri dari dua yakni normatif dan non normatif.

Dampak

Pergaulan bebas muncul akibat adanya ledakan informasi yang tidak disaring terlebih dahulu oleh masyarakat Indonesia. Dampak negatif yang nampak nyata ialah seks bebas yang mengakibatkan penularan penyakit seksual seperti HIV/AIDS lebih besar. Selain itu terdapat juga akibat dari kecanduan narkoba yang akan merugikan individu tersebut dengan merusak tubuh penggunanya. Dengan berkurangnya kemampuan seseorang, orang tersebut akan berpikiran pendek untuk menghalalkan segala cara dalam mencari nafkah. Misalnya dengan mencuri, merampok, hingga membunuh.

Bentuk-bentuk perilaku

Bentuk dari pergaulan bebas yang bisa ditemui dalam keseharian adalah seks bebas, tawuran, merokok, penyalahgunaan narkoba, hingga hidup bebas di jalanan tanpa sekolah. Terdapat juga dugem atau clubbing. Seks bebas sendiri merupakan perbuatan zina di luar nikah yang tidak menggunakan pengaman dan dilakukan dengan bergantian pasangan. Sedangkan dugem atau dunia gemerlap dan bisa juga disebut clubbing merupakan aktivitas yang dilakukan di klub malam yang tidak dibatasi dengan norma-norma sosial.

Faktor penyebab

Pergaulan bebas yang terjadi biasanya disebabkan oleh beberapa faktor berikut diantaranya:

  • Ketidakstabilan dalam keluarga. Keluarga menjadi pendidik pertama bagi anak. Ketidakstabilan dalam keluarga menyebabkan masalah pada psikis anak. Contoh dari ketidakstabilan kondisi suatu keluarga adalah waktu yang dimiliki orang tau untuk buah hati mereka sangat kurang sehingga menyebabkan kekecewaan pada anak. Retaknya hubungan rumah tangga juga disinyalir menjadi faktor penyebab utama. Selain itu perihal pendidikan yang diberikan orang tua pada anak sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan ekonomi keluarga.
  • Lingkungan pergaulan. Baik lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan pergaulan memegang kunci penting bagi pergaulan seorang anak.
  • Akses informasi tanpa batas. Akses informasi yang luas dan tanpa batas menyebabkan seseorang dapat memperoleh informasi tanpa seleksi yang tepat. Inilah yang membuat mereka bisa bergaul dengan siapa saja tanpa seleksi.

Cara tepat mengatasi dan mencegah

Langkah tepat untuk mencegah pergaulan bebas yakni dengan meningkatkan imtaq, Melakukan kegiatan positif untuk mengisi waktu luang, membiasakan disiplin, selektif dalam bergaul, memperluas wawasan dan ilmu. Sedangkan pihak-pihak yang seharusnya ikut serta dalam memerangi gaya hidup ini yakni keluarga, masyarakat dan pemerintah.

Spread the word. Share this post!