Rokok Elektrik Vape: Pandangan Negara-Negara Di Dunia

Adakah pandangan negara-negara di dunia ini mengenai rokok elektrik atau vape? Untuk menemukan jawaban dari masing-masing negara ini, yuk kita cari tahu dibawah ini okey.

Rokok elektrik vape atau yang biasa kita kenal dengan vape saja merupakan sebuah inovasi yang menciptakan bentuk baru dari rokok konvensional menjadi rokok modern. Rokok elektrik sebenarnya pertama kali muncul tahun 1963 namun dibuat dalam bentuk yang modern di China sekitar tahun 2003. Rokok elektrik ini diklaim sebagai rokok yang lebih ramah lingkungan serta lebih sehat daripada rokok biasa. Selain itu, rokok elektrik digadang-gadang lebih hemat daripada rokok biasa karena bisa diisi ulang.

Bentuk rokok elektrik hampir mirip dengan rokok konvensional dan sistem kerjanya hampir seperti rokok shisha yang menggunakan tenaga panas untuk mengevaporasi caran yang berperisa. Bedanya, rokok elektrik menggunakan baterai yang dapat diganti ketika habis. Produk rokok elektrik atau vape dipasarkan dalam banyak nama antara lain ecigarro, green-cig, smartsmoker, dan electro-smoke.

Akhir-akhir ini di Indonesia, rokok elektrik atau vape sedang mencapai puncak popularitasnya meski masih banyak kontroversi yang menyertainya. Namun, layaknya rokok biasa, rokok vape tetap digemari oleh banyak kalangan anak-anak muda. Laki-laki maupun perempuan. Tak hanya itu, beberapa orang tua pun sudah banyak yang mencoba dan merasa ketagihan dengan rokok elektrik atau vape ini.

Pandangan negara-negara di dunia mengenai rokok elektrik atau vape:

Bagaimana pandangan negara-negara lain terhadap eksistensi rokok elektrik ini? Ulasannya ada di bawah ini:

1. Australia

Penjualan rokok elektrik yang berisi nikotin di Australia hukumnya ilegal.

2. Brasil

Baik dari segi penjualan, iklan komersial atau bahkan impor rokok elektrik atau vape dalam bentuk apapun hukumnya ilegal atau dilarang. Anvisa, sebuah agen kesehatan federal di Brazil, belum mendapatkan hasil yang memuaskan terhadap penelitiannya mengenai penilaian kesehatan rokok elektrik dan membuat produk ini belum layak disetujui untuk tindakan komersial.

3. Kanada

Di negara ini, iklan, penjualan bahkan impor untuk rokok elektrik vape juga masih dilarang dan pemerintah Kanada belum menyetujui adanya otorisasi pasar diberikan kepada rokok elektrik yang mengandung nikotin ini.

4. Denmark

Penggunaan rokok vape belum dilarang namun salah satu maskapai penerbangan (Scandinavian Airlines) memiliki larangan untuk penggunaan rokok elektrik ini ketika berada di penerbangan yang sedang berlangsung.

5. Finlandia

Pada bulan Juli 2008, penjualan rokok vape dilarang dan dianggap sebagai sebuah terapi nikotin, bukan sebagai perangkat medis, namun memperoleh produk ini di Kawasan Ekonomi Eropa masih diperbolehkan.

6. Belanda

Penjualan dan penggunaan vape tidak dilarang namun untuk komersialisasi (iklan)nya masih menunggu keputusan.

7. Selandia Baru

Departemen Kesehatan di negara ini telah memutuskan bahwa vape termasuk ke dalam regulasi atau UU mengenai obat sehingga tidak dapat diperjualbelikan secara bebas.

8. Singapura

Penjualan, penggunaan secara pribadi dan impor vape dianggap ilegal.

9. Britania Raya

Penggunaan maupun penjualan rokok elektrik saat ini tidak ada batasannya, meskipun MHRA mengusulkan agar semua produk kecuali nikotin di tembakau masuk ke dalam regulasi obat-obatan.

10. Italia

Untuk semua produk vape penggunaan dan penjualannya diizinkan akan tetapi yang mengandung nikotin harus diberi label khusus “berbahaya”.

BPOM di Indonesia mengungkapkan sudah mengingatkan bahwa rokok elektrik yang beredar di beberapa kota merupakan produk ilegal dan belum teruji keamanannya. Selain itu, vape-vape tersebut juga belum melalui uji klinis bahkan WHO sendiri juga telah menyatakan bahwa vape tidak aman untuk dikonsumsi. Namun pada tahun 2012, sebuah riset dilakukan untuk melihat efek dari merokok dengan vape dan peneliti mengklaim bahwa rokok elektrik vape tidak terbukti berdampak akut terhadap kesehatan jantung.

Spread the word. Share this post!