Sisi Lain Gaya Hidup Agamis yang Harus Anda Ketahui

Setiap penduduk di Indonesia pastinya memiliki agama ataupun sebuah keyakinan yang tertuang dalam kartu identitasnya. Percaya atau tidak keyakinan yang dianut oleh seseorang dapat mendorong terbentuknya sebuah gaya hidup yang baru. Gaya hidup atau lifestyle tersebut berdasarkan dari keyakinan ataupun agama yang mereka anut kemudian biasa disebut dengan gaya hidup agamis.

Sisi Lain Gaya Hidup Agamis yang Harus Anda Ketahui

Fungsi Agama

Sejatinya agama memiliki 2 fungsi pokok yang sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Fungsi yang pertama, agama merupakan sebuah sumber ajaran dan juga pedoman dalam berperilaku dari segi spiritual. Sedangkan fungsi kedua dari agama adalah sebagai sumber nilai etika dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat ataupun bernegara. Kedua fungsi pokok agama ini kemudian berkembang menjadi sebuah lifestyle yang biasa disebut dengan gaya hidup agamis.

Agama Membentuk Sebuah Gaya Hidup

Disadari atau tidak fungsi pokok dari sebuah keyakinan atau agama yang dianut membentuk sebuah gaya hidup agamis. Gaya hidup tersebut ditunjukkan dengan perilaku taat beribadah seperti rajin menjalankan sholat lima waktu bagi pemeluk agama Islam. Memiliki kebiasaan perilaku beribadah harian, mingguan atau bahkan bulanan dan turut berpartisipasi dalam upacara hari-hari besar bagi para pemeluk agama Kristen dan Katholik. Selain itu munculnya kelompok-kelompok keagamaan juga menjadi salah satu bentuk adanya gaya hidup tersebut.

Gaya hidup agamis juga berpengaruh pada sisi fashion seseorang. Seperti fashion hijab yang sedang booming dan berkembang di masyarakat merupakan salah satu bentuk lifestyle agamis. Penggunaan pakaian yang disesuaikan dengan tuntunan atau ajaran agama sudah bukan sekedar memenuhi kewajiban melainkan sudah menjadi sebuah gaya hidup. Namun sayangnya ada beberapa pihak yang memanfaatkan trend gaya hidup ini ke arah yang tidak baik atau melanggar syariat agama yang dianut.

Penggunaan kalimat assalamu’alaikum, alhamdulillah, puji Tuhan dan syalom sudah bukan menjadi ekpresi keimanan. Melainkan sudah menjadi sebuah percakapan yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan kata-kata tersebut sudah menjadi bahasa komunikasi yang banyak dilakukan ketika sedang berada di tengah masyarakat.

Hubungan Antara Gaya Hidup, Spiritualitas Dan Etika

Berkembang pesatnya gaya hidup agamis di tengah masyarakat ternyata tidak serta merta membuat pelakunya bersikap selayaknya ajaran yang dianut. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya kejahatan yang merajalela atau malah berkembang pesat. Perilaku budaya korupsi saja masih marak terjadi padahal sudah jelas bahwa korupsi merupakan sebuah tindakan yang dilarang oleh agama. Seharusnya lifestyle yang menonjolkan sebuah agama atau keyakinan yang dianut diimbangi dengan penerapan nilai-nilai luhur sebuah agama dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Jangan sampai hal tersebut hanya diterapkan dalam sisi fashion atau busana saja melainkan harus diterapkan juga di dalam lubuk hati yang terdalam.

Spread the word. Share this post!