Mengenal Aneka Soto Khas Nusantara, Mana Favoritmu?

“Indonesia kaya akan budaya” bukan sekadar kalimat tanpa makna. Bagaimana tidak? Ratusan suku dari 17.000 pulau mengaku satu dalam Bhinneka Tunggal Ika. Dan bicara budaya suatu bangsa tidak bisa lepas dari kuliner khasnya.  Dan uniknya, setiap daerah yang didominasi suatu suku tertentu biasanya punya setidaknya satu makanan khas yang jadi kebanggaannya. Sebut saja rujak cingur dari Jawa Timur, tempoyak ikan patin dari Jambi, soto babat dari Madiun, soto kudus dari Kudus, soto lamongan dari Lamongan, loh loh.. ini kok soto semua?

Lucu memang, setidaknya ada tiga belas jenis soto di Indonesia tercinta. Setiap jenis soto punya rasa dan ciri khasnya. Iya dong, walaupun berbeda-beda, tetap soto jua! 😀

Penasaran apa saja ciri khas masing-masing soto tersebut? Berikut kami rangkum aneka soto khas Nusantara.

  1. Soto Babat

Walaupun lebih terkenal di kota Semarang, ada banyak pendapat bahwa soto babat berasal dari Madiun. Soto babat dari Madiun dianggap sebagai bentuk soto paling murni karena menggunakan babat. Mengapa babat? Karena kata soto diambil dari kata dalam bahasa Cina dengan dialek Hokkian jao to atau cao du. Cao berarti ‘rumput’, yang menunjukkan berbagai rempah yang digunakan dalam membuat soto, dan du yang berarti ‘jeroan’ atau ‘organ dalam tubuh hewan’. Konon, resep awal makanan ini dibawa oleh orang Kanton yang banyak singgah di Nusantara untuk berdagang.

Untuk membuat soto babat yang mantap, salah satu tips-nya adalah babat yang digunakan dalam soto sebaiknya dipresto terlebih dahulu. Resep lengkapnya bisa kamu baca di sini ya >> https://review.bukalapak.com/food/resep-soto-babat-sedap-cuma-perlu-racikan-bumbu-ini-43573

 

  1. Soto Lamongan

Soto Lamongan merupakan sajian olahan ayam khas dari Lamongan, Jawa Timur. Soto Lamongan disajikan dengan suwiran ayam kampung yang empuk, potongan brokoli dan daun bawang yang kemudian disiram kuah kaldu. Yang menjadi ciri khas Soto Lamongan adalah adanya remahan kerupuk udang yang biasa disebut poya atau koya. Koya ditaburkan sebagai pelengkap Soto Lamongan sehingga rasanya menjadi gurih. Kalo kamu makan soto dan ada koyanya, sudah pasti itu Soto Lamongan.

 

  1. Soto Betawi

Jakarta tidak hanya dikenal dengan kemacetan dan gedung pencakar langit saja, tapi juga kuliner yang unik. Selain kerak telor, Soto Betawi merupakan makanan yang cukup melegenda di wilayah Jakarta. Soto Betawi menggunakan potongan daging sapi yang biasanya ditambah dengan jeroan untuk menambah variasi tekstur dalam sajian sotonya. Dalam perkembangannya, sebagian orang mengganti dengan susu yang memiliki rasa gurih lebih ringan dan dianggap lebih aman untuk kesehatan. Soto Betawi biasa dihidangkan bersama jeruk nipis, sambal, minyak samin, acar, dan tidak ketinggalan, emping.

 

  1. Soto Medan

Soto Medan memiliki rasa yang mirip dengan Soto Betawi. Bedanya, Soto Medan tidak menggunakan campuran susu atau margarin sebagai pengganti santan seperti halnya Soto Betawi. Kuah Soto Medan yang kental dan berwarna kuning menyebarkan aroma kapulaga dan berbagai rempah yang sedap!

 

  1. Soto Kudus

Soto Kudus memiliki cita rasa yang mirip dengan Soto Lamongan. Bedanya, Soto Kudus hanya menggunakan daging ayam atau daging kerbau sebagai bahan dasarnya. Konon, hal itu merupakan cara Sunan Kudus untuk menunjukkan toleransi beragama terhadap umat Hindu yang menganggap sapi sebagai hewan yang disucikan.

 

  1. Soto Lenthok

Soto Lenthok merupakan makanan khas Yogyakarta. Seperti Soto Lamongan, Soto Lenthok disajikan dengan kuah dan suwiran ayam. Yang menjadi ciri khas Soto Lenthok dari soto lainnya adalah lenthok itu sendiri. Lenthok adalah perkedel yang dibuat dari singkong dan dibentuk bulat-bulat kecil lalu digoreng.

 

  1. Soto Madura

Sesuai namanya, ia berasal dari daerah Madura, Jawa Timur. Pada dasarnya, soto Madura memiliki bahan dasar daging sapi yang dipadukan dengan berbagai isian seperti kentang goreng dan kecambah. Soto Madura biasanya disajikan bersama dengan rempeyek.

 

  1. Soto Mie Bogor

Soto Mie Bogor, disebut demikian karena berbeda dari jenis soto lainnya, yang satu ini merupakan perpaduan dari soto yang disajikan dengan mi, mi telur lebih tepatnya. Kuahnya yang berwarna kemerahan menegaskan perpaduan rasa cabai merah dan berbagai bumbu di dalamnya. Soto Mie Bogor akan semakin sempurna jika dinikmati dengan sambal. Maknyuss!

 

  1. Soto Makassar

Masyarakat Makassar menyebut soto dengan sebutan coto. Coto Makassar merupakan makanan khas Makassar yang dibuat dengan memadukan empat puluh jenis bumbu atau yang disebut dengan ampah patang pulo. Rasa khas kuah Coto Makassar berasal dari potongan daging yang direbus bersama dengan jeroan. Coto Makassar biasanya disajikan dengan ketupat atau buras khas Makassar.

 

  1. Soto Banjar

Nama Soto Banjar diambil dari nama salah satu suku yang ada di Pulau Kalimantan. Uniknya, kuah Soto Banjar tidak menggunakan kunyit sebagai bumbu. Soto Banjar selalu disajikan dengan potongan lontong yang dipadukan dengan perkedel, telur, potongan daun bawang, dan tidak ketinggalan, sambal Banjar. Penjual Soto Banjar biasanya juga menyediakan Sate Banjar sebagai menu pendamping.

 

  1. Soto Tauco Pekalongan

Selain batiknya, Pekalongan juga dikenal dengan makanan khasnya. Yang membedakan soto tauco dengan soto pada umumnya adalah digunakannya bumbu sambal goreng (tauco) pada soto tersebut.

 

  1. Soto Bandung

Berbeda dengan berbagai soto dari daerah lainnya, soto dari Kota Kembang ini memiliki kuah bening yang bumbunya hanya diiris tipis-tipis. Yang menjadi ciri khas pada Soto Bandung adalah potongan lobak dan taburan kacang kedelai goreng serta daging yang diiris serupa potongan dadu. Namun, kesederhanaan bumbu sepertinya tidak membuatnya kalah dalam segi rasa. Buktinya, ada saja yang sengaja mencari soto ini ketika bertandang ke Kota Kembang.

 

  1. Soto Padang

Sumatera Barat dikenal sebagai daerah yang memiliki sajian kuliner lezat lewat rendangnya yang mendunia. Namun ternyata, Sumbar juga punya makanan khas lainnya yang tidak kalah lezatnya loh, yaitu soto Padang. Soto Padang kuahnya agak bening dan tidak sekental soto Medan. Terbuat dari kaldu sapi, kuah Soto Padang memiliki unsur rasa kecut gurih yang khas dari campuran cuka dalam racikannya. Soto Padang disajikan bersama bihun serta irisan daging sapi yang telah digoreng kering. Soto Padang biasanya dilengkapi perkedel kentang. Aroma harum Soto Padang ini berasal dari campuran daun jeruk, serai, jahe, dan daun bawang.

Spread the word. Share this post!