Makanan Enak Ini Ternyata Memiliki Sejarah yang Mengharukan

Selamat sore readers semua. Di tempat mimin nulis sekarang sedang huja lumayan deras nih enaknya pasti makan, makanan yang hangat. Kalau tidak berkuah biasanya makan sejenis siomay-siomay gitu sih. Tapi wajah mimin sedang jerawatannya jadi takut kalau makan kacang-kacangan dari bumbu siomaynya. *Mendadak ada suara abang bakpao lewat dan mimin meninggalkan meja kerjanya untuk membeli bakpao. Nah mimin baru balik lagi dari membeli bakpao nih gengs. Rupanya cocok juga ya kalau makan bakpao sore-sore sambil hujan deres kaya gini. Tapi mimin jadi penasaran sebenarnya siapa yang menemukan bakpao ini ya. Kalau dilihat dari bentuknya sih nothing special. Readers jangan hanya tahu cara makan dan cara membuat bakpaonya saja loh ya. Mimin menyarankan untuk tahu sejarahnya juga hihi supaya ketika makan lebih menghargai makanan dan makna dari makanan itu sendiri. Apalagi kalau makannya bareng teman, keluarga atau anak-anak. Bisa jadi punya banyak cerita kita.

Ternyata penemu dari makanan enak ini adalah orang yang cukup berpengaruh pada zaman kekaisaran Cina dulu loh. Kisah dari Zhuge Liang (181-234) seorang ahli strategis di Cina, dimulai dari penugasan dirinya untuk membasmi pemberontak di daerah selatan Tiongkok. Pemberontakan yang dipimpin oleh Meng Huo. Berkat kepiawaian dari Zhuge Liang pemberontakan demi pemberontakan yang dilakukan oleh Meng Huo cukup mudah untuk di selesaikan. Pemberontakan yang dilakukan oleh Meng Huo sebanyak tujuh kali dan ketujuh-tujuhnya dimenangkan oleh Liang. Sehingga Meng Huo berkali-kali kalah, ditangkap dan dibebaskan kembali. Cukup banyak pihak kekaisaran mulai dari perdana menteri yang mempertanyakan apa yang dilakukan pada Liang tersebut. Kenapa tidak langsung saja membunuh Meng Huo dan pasukannya? Setiap kali Meng Huo dibebaskan Liang selalu mendapatkan penentangan dari jenderal-jenderalnya.

Bakpao hadir pada penangkapan terakhir dari Meng Huo. Ketika penangkapan terakhir. Pasukan Liang menggiring pemberontak-pemberontak yang dipimpin Meng Huo ke suatu lembah. Pada lembah itu Liang mengirimkan kereta-kerata makanan. Tentu saja Meng Huo dan pasukannya yang sudah terkepung mengambil kesempatan tersebut dengan langsung mengambil kereta-kereta makanan tersebut. Rupanya kereta tersebut tidak berisikan makanan melainkan diisi oleh bubuk mesiu. Pasukan Liang langsung memanah pasukan Meng Huo dan terjadilah ledakan-ledakan besar. Pada kejadian tersebut tentu banyak dari pasukannya yang gugur. Kemudian saat Meng Huo menghadap Liang. Liang mengatakan bahwa Meng Huo dibiarkan untuk pergi dan dengan mudah Liang akan segera kembali menangkap Meng Huo. Mendengar hal tersebut Meng Huo merasa haru dan menyatakan kesetiannya kepada Liang. Dan tidak akan memberontak lagi.

Rupanya hal tersebut telah diprediksi oleh Liang. Jika pada setiap pemberontakan yang dilakukan Meng Huo. Liang langsung membunuh Meng Huo maka akan muncul penerus Meng Huo yang akan menggantikannya memimpin pemberontakan. Dari pada melakukan hal itu Liang lebih memilih strategi untuk membuat Meng takluk dan setia padanya.

Ketika perjalanan kembali pasukan Liang melewati sebuah sungai. Namun, setiap kali akan lewat selalu dihantam oleh gelombang besar. Dari sana Meng Huo menjelaskan bahwa setiap kali akan melewati sungai ini. Biasanya harus melemparkan 50 kepala manusia. Dan itu telah dilakukan sejak zaman dahulu. Liang akhirnya memutuskan untuk membuat 50 kue berbentuk seperti kepala manusia untuk dilemparkan ke sungai. Karena tidak ingin ada pertumpahan darah lagi. Kue yang dibuat oleh Liang inilah yang disebut bakpao atau Baozi yang artinya berisi daging.

Dan begitulah asal usul bakpao. Semoga setelah mengetahui hal ini kita jadi lebih menghargai makanan ya. Semoga bermanfaat.

https://review.bukalapak.com/food/resep-bakpao-ini-dijamin-empuk-dan-mengembang-simak-tekniknya-supaya-sukses-23944

Gambar oleh resepkoki.com

 

Spread the word. Share this post!